Presma IAIN Palangka Raya tolak pemindahan Ibukota Ke Kalteng


Palangka Raya, 14 Mei 2019-Pemerintah Indonesia kian serius merealisasikan pemindahan ibukota, Pemindahan ibu kota negara atas dasar pertimbangan masa depan Indonesia, karena diprediksi pada 2030, Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi keempat di dunia. Salah satu faktor lain pemerintah memindahkan ibukota adalah pemerataan pembangunan dan mencanangkan Indonesiasentris.
Kalimantan tengah salah satu kandidat terkuat untuk mengganti DKI Jakarta, dengan kedatangan Presiden Jokowi langsung meninjau untuk memantau wilayah yg dicanangkan Gubernur diantaranya Palangka Raya, Gunung Mas, dan Katingan. Menurut Gubernur akan ada sekitar 300 ribu hektar disediakan yang nantinya wilayah ini menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia.
Muhammad Said Malik, selaku presiden mahasiswa IAIN Palangka Raya dengan ini menolak rencana Presiden dan Gubernur untuk memindahkan Ibukota ke Kalteng. Menurutnya pemindahan Ibukota harus dengan banyak pertimbangan, tidak hanya dilihat dari segi aspek ekonomi, namun juga dari aspek sosial.
"Saya pikir Kalteng ini dari segi aspek sosial masih belum siap, menurut data kemendikbud saja pendidikan kalteng jauh tertinggal. Bagaimana nantinya putra daerah bisa bersaing" ujarnya di sekretariat dema, Palangka Raya, Senin (13/05).
"Saya sebagai putra daerah bukannya takut bersaing, tapi saya memikirkan putra-putra daerah yang lain yang bahkan tidak sampai lulus SMA. jangan sampai kita jadi penonton dan jongos di daerah sendiri" lanjutnya.
Dia menambahkan seharusnya Gubernur juga membuka dialog terbuka terkait Kalteng yang diwacanakan jadi ibukota, kepada masyarakat khususnya dengan mahasiswa.
"Dialektika itu penting, pemerintah tidak seharusnya melakukan keputusan sepihak. Libatkan juga masyarakat, apalagi kedepannya kami-kami pemuda ini lah yang akan mengisi daerah ini" kata dia.
"Memang ini dari aspek ekonomi tentu akan sangat berdampak signifikan, tetapi juga dilihat dari aspek sosial."
Said menyebut permasalahan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kalteng yang sangat penting dibenahi adalah kualitas pendidikan dan pengembangan sumberdaya manusia.
"Dalam suatu bangsa hal yg paling vital adalah pendidikan, karena dengan pendidikan masa depan bangsa akan mempunyai gambaran." Ujarnya.
Selain itu dia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia juga perlu dilakukan di kalteng.
"Kita ambil contoh, provinsi Papua dengan kebijakannya terhitung dari tahun 2014, sudah mengirim 500 putra daerahnya ke luar negeri untuk mengeyam pendidikan. Saya pikir kalteng seharusnya juga bisa" tambahnya.
"Indonesia ini kan tidak hanya kalteng. kaltim, kalsel bahkan sulawesi juga siap. Kalau di kalteng saya pribadi menolak itu" tutupnya.
(HUMAS DEMA IAIN PALANGKA RAYA) 

Aksi Solidaritas DEMA IAIN Palangka Raya Bersama Aliansi Mahasiswa Kota Palangka Raya

Palangka Raya, 10 April 2019-Beberapa gabungan mahasiswa yang ada di Palangka Raya, DEMA IAIN, Senat STAKN, BEM FISIP UNKRIP, dan BEM UPR serentak menggelar penggalangan dana untuk korban kebakaran yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2019. Lokasi kebakaran di jalan Riau, kompleks Rindang Banua (Puntun) Kelurahan Pahandut Kecamatan Pahandut.
Sementara data yang masuk jumlah perkiraan ada 82 rumah yang habis terbakar dengan isi penduduk 192 orang. Kegiatan penggalangan dana ini dimulai pada hari Rabu, 03 April s/d 05 April 2019 yang dilakukan di beberapa titik fasilitas umum yaitu pengguna jalan di jalan Rajawali dan juga bundaran kecil kota Palangka Raya.

Presiden Mahasiswa M. Said Malik mengatakan bahwa penggalangan dana dilakukan berdasarkan rasa kepedulian sesama, "Bahwasanya ketika mereka dalam kesusahan kita siap membantu. Saya sangat mengapresiasi teman-teman dari perguruan tinggi lainnya yang juga turut andil dalam penggangan dana ini. Saya berharap apa yang kami bantu ini juga dapat meringankan beban dari para korban yang mengalami kerugian." Ucap Said Malik di Palangka Raya, Selasa (09/04/2019)

Selanjutnya, pada hari Selasa, 09 April 2019 hasil penggalangan dana berjumlah Rp. 13.454.800,- berhasil didistribusikan langsung kepada masyarakat korban kebakaran dengan harapan dapat membantu sedikit dari sekian kerugian yang dialami para korban kebakaran tersebut.

(DEMA IAIN Palangka Raya/Rafa Muqaromah) 

Presiden Mahasiswa IAIN Palangka Raya Siap Ajak Rektor Baru Dialog Terbuka




Palangka Raya,  09 April 2019-Ketua dewan eksekutif mahasiswa institut agama Islam negeri Palangka Raya, Muhammad Said Malik siap mewadahi mahasiswa IAIN Palangkaraya untuk melakukan dialog terbuka dengan rektor baru. Hal ini bertujuan agar mahasiswa juga tau visi, gagasan, dan kebijakan mengenai mahasiswa.

"Karena merujuk pada PMA No. 68 thn 2015, pemilihan rektor tidak dilakukan secara terbuka, yang mana rektor langsung ditentukan dari kementerian jadi kami masih belum tau apakah rektor nanti juga memprioritaskan kepentingan mahasiswa" kata said di sekretariat DEMA, Selasa (8/4/2019).

Menurutnya untuk mekanisme dialognya nanti DEMA menjadi mediator, seluruh Ormawa kemahasiswaan kampus juga diundang.

Said mengatakan berharap kedepannya rektor baru tau apa aspirasi mahasiswa IAIN. Mengenai waktu dialog menurutnya masih belum ditentukan.

"Setelah dilantik, secepatnya akan kita atur jadwal biar semuanya bisa" tutupnya

(DEMA IAIN Palangka Raya/Rafa Muqaromah)

Memaksimalkan Aksi Tidak Hanya Teori, DEMA IAIN Palangka Raya Mengadakan Workshop Public Speaking

"KUPAS TUNTAS PUBLIC SPEAKING SAMPAI KE AKAR"





Palangka Raya, 06 April 2019-Sebagai mahasiswa yang diharapkan selalu aktif, kritis, dan kreatif. Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Palangka Raya memberikan kesempatan kepada para mahasiswa IAIN Palangka Raya dengan membuka Pelatihan Public Speaking yang bertajuk Kupas Tuntas Public Speaking Sampai Ke Akar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 06 April 2019 mulai pukul 08.00 s/d 11.30 WIB di Aula Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis IAIN Palangka Raya dengan pemateri bapak Isra Misra, S.E., M.Si dan moderator oleh Debi Fizar. Tentunya, dengan pemateri dan moderator yang sudah menjadi inspirasi bagi para mahasiswa di IAIN Palangka Raya. 
Bapak Isra Misra, S.E.,M.Si selaku pemateri berpesan "Janganlah menjadi gelas yang terlalu kosong dan jangan pula menjadi gelas yang terlalu penuh", hal ini dimaksudkan agar ketika pelatihan public speaking dilaksanakan para peserta fokus memperhatikan agar ketika keluar dari pelatihan, ilmu yang didapatkan proporsional masuk sepenuhnya menjadi ilmu yang kemudian dapat diterapkan di lingkungan luar.

Kegiatan berlangsung lancar dan kondusif. Para peserta pun aktif dalam setiap kegiatan pada pelatihan public speaking kali ini, dengan harapan setelah keluar dari pelatihan para peserta dapat menerapkan setiap elemen materi public speaking yang telah didapatkan, tidak hanya teori tetapi juga aksi.

(DEMAIAINPalangkaRaya/RafaMuqaromah)

Presiden Mahasiswa IAIN Palangkaraya anggap Kasus korupsi di Kemenag sangat memalukan






Palangka Raya, 20 Maret 2019 - Indonesia dikejutkan dengan penangkapan ketua umum partai politik, salah satu partai yg cukup tua di Negeri ini Romahurmuziy oleh KPK setelah operasi tangkap tangan di Surabaya, Jawa Timur beberapa hari yang lalu.

KPK melakukan operasi tangkap tangan atas kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Presiden mahasiswa IAIN Palangkaraya mengecam  bahwa hal ini sangat memalukan.

"Suap menyuap sudah sangat jelas dilarang dalam Islam, seharusnya kementerian agama sebagai penegak moral bangsa bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Saya mengecam dan mengutuk tindakan ini"ujarnya di sekretariat dewan eksekutif mahasiswa IAIN Palangkaraya, Rabu (20/3/2019)

Dalam beberapa bulan terakhir, IAIN Palangkaraya dalam proses penjaringan calon rektor. Namun sampai sekarang belum ada kejelasan siapa yang akan memimpin kampus ini.

"Jangan ada tarif untuk menjadi rektor IAIN Palangkaraya, karena kampus ini perlu orang-orang yg mempunyai kapasitas dan kemampuan untuk memajukan pendidikan terutama di Kalimantan tengah."

Said  juga mengatakan pemilihan rektor nanti memang harus dengan proses yang transparan dan terbuka. 


"Jangan sampai di lingkungan kampus kita juga terjadi jual beli jabatan." Lanjutnya.

(Humas Dewan Eksekutif mahasiswa IAIN Palangkaraya)


Antusias Mahasiswa Luar Kota Palangka Raya di IAIN Palangka Raya Mengikuti Pindah Memilih


Palangka Raya, 07 Maret 2019 - Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Palangka Raya bekerjasama dengan KPU Kota Palangka Raya memberikan fasilitas bagi mahasiswa/i yang KTP nya berdomisili diluar kota Palangka Raya untuk melakukan pindah memilih, dan tentunya kegiatan ini selaras dengan visi DEMA yaitu menjadi ujung tombak memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Salah satunya memperjuangkan hak demokrasi mahasiswa/i IAIN Palangka Raya.
Kegiatan dengan tajuk Millenial Voter Pindah Memilih yang diadakan KPU Kota Palangka Raya bekerjasama dengan DEMA IAIN Palangka Raya dilaksanakan mulai pada tanggal 04-08 Maret 2019, diharapkan dapat mengubah pandangan para mahasiswa yang menyepelekan penggunaan hak suara mereka. Lebih lagi, pemilu ini merupakan sejarah baru karena diadakan secara serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif dan juga pemilihan presiden.
Hal ini dapat menjadi solusi bagi para mahasiswa yang tidak berdomisili di tempatnya berada, seperti yang saat ini terjadi pada mahasiswa IAIN Palangka Raya untuk dapat menunaikan haknya dengan adanya posko pindah memilih ini. Mekanisme pindah memilih yang dapat dilakukan adalah mahasiswa terlebih dahulu memastikan namanya sudah terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) secara online di https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/. Selanjutnya, yang bersangkutan dapat menunjukkan fotocopy KTP dan screenshoot nama yang telah ada dalam daftar pemilih tetap dengan membawa bukti tersebut ke Posko Pindah Memilih yang berada di Aula utama IAIN Palangka Raya.
Para mahasiswa antusias soal Pindah Memilih ini, tampak sejak Posko Pindah memilih ini dibuka untuk menyambut pesta demokrasi yang sedang marak di Indonesia. Lebih lagi, KPU Kota Palangka Raya menyediakan 2 Voucher Makan di 7 Kafe Palangka Raya untuk 1 orang mahasiswa yang sudah melakukan pindah memilih. Lantas saja, antusias para mahasiswa semakin meningkat. Hal ini menjadi apresiasi bagi para mahasiswa yang tetap dengan cerdas menggunakan hak suara mereka.

 

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana kedaulatan rakyat, sebagaimana yang kita ketahui Indonesia merupakan negara demokrasi. Maka, selain memeriahkan pesta demokrasi nasional, sebagai warga negara yang baik mahasiswa juga harusnya turut berkontribusi menentukan masa depan bangsa dengan menggunakan hak suara mereka. Suara mahasiswa memegang peran yang cukup besar untuk menentukan hasil Pemilu Serentak nanti, karena berdasarkan data sekarang suara pemilih muda termasuk mahasiswa dapat mencapai 30-40% pemilih pada Pemilu Serentak nanti.
Sebagai kaum era milenial, mahasiswa pastinya memiliki idealisme yang tinggi untuk tidak golput. Pemilu adalah pesta demokrasi negeri, hadapi dengan rasa bangga dan optimis terhadap apa yang akan kita pilih, dengan tidak lupa memberikan rasa hormat yang tinggi akan perbedaan tiap individu.

(DEMAIAINPalangkaRaya/Debi Fizar & Rafa Muqaromah)


Dewan Eksekutif Mahasiswa Tingkatkan Silaturahmi Demi Besarkan Organisasi




Palangka Raya, Minggu 03 Februari 2019 - Penyampaian aspirasi merupakan salah satu bentuk dari rasa keinginan dan harapan yang kuat demi meraih sesuatu yang ada sekarang bahkan sesuatu yang lebih dari sekarang. Aspirasi diarahkan agar lebih fokus pada pencapaian-pencapaian dari tujuan yang ingin diraih bersama. Dalam diskusi silaturahmi dan kerjasama para ukk/ukkm bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Palangka Raya di sekretariat DEMA IAIN Palangka Raya, terjadi interaksi dan diskusi yang menarik antara para mahasiswa ini. Sabtu (02/03/2019).
Para ukk/ukkm hadir memberikan masukan dan pertanyaan seputar ormawa IAIN Palangka Raya ke depannya. M. Said Malik melihat bahwa masukkan dari para pengurus ukk/ukkm ini merupakan sebuah representasi dari aspirasi seluruh mahasiswa IAIN Palangka Raya. 


Manfaat pertemuan ini guna meningkatkan silaturahmi dan kerjasama antar pengurus dan anggota, “Pertemuan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kerjasama dan silaturahmi anggota demi membesarkan organisasi,” Tutur Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa, M. Said Malik. Ia memandang dengan adanya diskusi dan silaturahmi ini dapat mewakili aspirasi para mahasiswa yang bahkan mungkin tidak diperhatikan oleh beberapa pihak.
Sistem ormawa terkait pendanaan dan tempat sekretariat dengan pihak kampus IAIN Palangka Raya sebagai wadah tersalurkannya berbagai kreatifitas dan inovasi para mahasiswa, lagi-lagi menjadi perbincangan di kalangan ukk/ukkm. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Palangka Raya memberikan jalur agar penyampaian keluh-kesah, pertanyaan dan masukan tersebut tersalurkan dengan baik kepada pihak-pihak yang semestinya.
Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut melahirkan pemikiran-pemikiran baru demi kelangsungan organisasi. Diharapkan, perlunya kerja keras setiap pengurus untuk menyatukan persepsi dalam membesarkan ukk/ukkm dan ormawa ke depannya.
“Kami siap menerima kritikan-kritikan yang membangun demi kebesaran organisasi kita ini,” harapnya kepada pengurus ukk/ukkm yang hadir.
Diskusi dan silaturahmi berjalan lancar dan kondusif. Selanjutnya berbagai aspirasi yang disampaikan rencananya akan segera di sampaikan kepada Wakil Rektor Bidang III Kemahasiswaan & Kerjasama.

(DEMAIAINPalangkaRaya/Debi Fizar & Rafa Muqaromah)